4 shared

Posts Tagged ‘Cerita

TUSUK GIGI


Suatu hari, sang Nyonya Majikan super irit dan pembantunya yang sedang punya masalah dgn giginya berdialog begini:

Nyonya (sambil berkacakpinggang):

Hai, gimana kamu nih, tusuk gigi baru dibeliin sehari udah habis!

emangnya kamu buang kemana!

Pembantu (agak ketakutan):

Maaf Nyonya, tusuk giginya saya pakai, habis gigi saya berlubang,

sering banyak yang nyangkut di gigi, maaf sekali lagi Nyonya,

saya berjanji tidak akan menghabiskan tusuk gigi lagi.

Seminggu kemudian terjadi lagi dialog antar keduanya,

Nyonya:

Nah ini baru pembantu yang baik, bahkan tusuk gigipun irit pakainya.

Ngomong-2 gimana dgn gigimu? udah sembuh semua? nggak berlubang?

Pembantu:

Tidak Nyonya, ini gigi tetep aja berlubang, abis sudah dari sononya

begini. (maksudnya defaultnya, red)

Nyonya:

Lho jadi? kamu masih perlu tusuk gigi? pakai apa selama ini?

koq tusuk gigi di meja masih keliatan utuh?

Pembantu:

Ya tetap pakai tusuk gigi itu Nyonya,

Setiap kali abis saya pakai, saya kembalikan lagi.

Nyonya =:O

HAH?

***

Iklan

PERAMPOK HERAN


Ada seorang gadis remaja dari Jakarta pindah sekolah ke Jawa Tengah dan suatu hari pada acara pramuka, sekolahnya mengadakan kemping di tengah hutan bersama teman-teman. ketika mau masak mereka kehabisan bahan bakar/kayu. Lalu sang guru yang namanya “Dalimin” menyuruh anak Jakarta tadi mencari kayu bakar untuk masak. Dalam perjalanan dia bertemu dengan segerombolan perampok dan dia diperkosanya . Saat anak ini diperkosa dia berteriak minta tolong pada sang guru tadi yang namanya “Dalimin” .

Karena dia orang Jakarta dialeknya nggak bisa dalimin tapi, dalemin,dalemin,dalemin….dalemin…. wah wah perampoknya jadi bingung .

lho anak ini diperkosa kok teriaknya dalemin…..dalemin…….dalemin….dalemin….wah, enak juga yach……..(pikir perampok)……..

***

 

 

 

Catch Me If You Can

 

 

Ini cerita dari Oom saya, kalo liat ceritanya sih kibulan belaka, tapi nggak ada salahnya didengerin, siapa tahu bisa menghibur hati yg lagi sedih dan pikiran yg lagi stress…..

 

Si Oom emang orang kaya, salah satu cirinya dia kelebihan berat. Lumayan sih buat dia yg tinggi cuma 160 cm tapi berat hampir se kuintal.

 

Gara-gara nggak mau kalah sama temen-2 se kandidat konglomerat yang pada punya simpenan WIL… si Oom jadi terobsesi buat turunin berat badannya. Maka sibuklah dia cari informasi untuk ikut program penurunan berat badan.

 

Dari temen baiknya, dia dapat alamat salah satu pengelola program penurunan berat badan yang berlokasi di kawasan Mangga Besar. Maka dengan semangat menggebu-2 pergilah si Oom kelokasi yg dimaksud. Namun nasib beruntung belon dipihak si Oom, karena sesampai disana ternyata program penurunan berat tsb, sementara ini lagi tutup. Denger-denger dari pegawai yang nongkrong disitu, sipemilik untuk sementara waktu menghentikan usahanya gara-2 kebetulan nama usahanya agak miring-miring sedikit, mirip dengan isu yg belakangan lagi sensitif. (Sebagai informasi tambahan, namanya adalah ‘PRD MAKHAR’, singkatan dari Program Reduksi Daging, liMA Kilo perHARi).

 

Dari karyawan yg masih nongkrong disitu si Oom dapat alamat pengelola program lain yang konon lebih canggih, tapi lokasinya di Amrik….

 

Buat si Oom duit bukan masalah, jadi ke Amrik pun buat si Oom tetap kejarlah daku kau kutangkap.

 

Sampailah si Oom di lokasi program penurunan berat badan. Dari customer service, si Oom dapat informasi bahwa disitu ada tiga macam program melangsingkan tubuh, yang masing-masing berbeda taripnya.

 

Program A : tarip 1,000 $, target turun 5 kilo

 

Program B : tarip 5,000 $, target turun 10 kilo

 

Program C : tarip 10,000 $, target turun 15 kilo

 

si Oom sih pinginnya langsung program yg C, tapi kata si customer service sebaiknya si Oom coba dulu paket A, biar nggak kaget katanya…..

 

Jadi deh si Oom ikut paket A. Si Oom dibawa masuk ruangan yg berukuran kira-kira 10 m2. Ia disuruh melepaskan baju dan celananya sampai tinggal CD saja yang melekat. Di dalam ruangan sudah ada empat orang lain yg juga mau ikutan kurus kaya si Oom.

 

Nggak lama kemudian, masuklah cewek-cewek cantik yang berpakaian mini banget, semuanya ada 5 orang. Si kepala rombongan, yang pake bikini dan CD model tusuk sate, memberikan pengarahan kepada para peserta (yg rata-rata lagi pada melotot ngliatin pemandangan langka itu).

 

‘OK gentlemen…. we start the exercise…. The rule is very simple. You are given 1 hour time to catch one of these girls, or as many as you can. If you can catch her, you can fuck her…..’

 

He…he…. para peserta pada bersorak-sorak dan tanpa tunggu aba-aba lagi langsung menyerbu kearah kerumunan cewek-sewek itu. Maka ruangan jadi penuh dengan suara cekikikan cewek-cewek yang sibuk berlari-lari menghindari tubrukan para peserta, serta suara si Oom dan teman-teman yg ngos-ngaosan dan menggerutu karena belon berhasil menangkap seorang cewekpun.

 

Nggak terasa sejam pun lewat, para peserta bersimbah keringat, namun tangan kosong, karena rupanya para cewek emang udah terlalu profesional buat ditangkap si Oom dan teman-teman yg rata-rata tambun dan keberatan badan buat lari. si Oom capek, tapi puas, karena waktu nimbang, ketahuan berat badannya langsung turun 4 kilo.

 

Si Oom tertarik dengan program ini, pikirnya kalo yg 1,000 $ aja menarik kaya gini, apalagi yg 5,000 $. Jadilah si Oom ikut paket B.

 

Paket B ternyata hampir sama dengan paket A, hanya saja lebih private, karena pesertanya hanya satu orang dan ceweknya khusus diseleksi yang mirip dengan bintang-bintang sexy Hollywood seperti Sharon Stone, Pamela Anderson, dll. Sedangkan peraturannya sama dengan paket A. ‘You can fuck her if you can catch her’. Si Oom makin semangat buat lelarian nyoba nangkap tuh cewek….. tapi dasar sial si Oom, hampir saja dia dapet satu cewek, tapi tinggal beberapa senti saja tangannya, tiba-tiba kakinya lemes sehingga harus ngos-ngosan istirahat sebentar. Kali ini si Oom lebih capek, tapi lebih puas karena beratnya turun lagi 8 kg.

 

‘Gue mau nyobain yg paket C ah….. pasti lebih hot dan siapa tahu gue beruntung dapet nangkep satu…’ pikir si Oom karena setelah beratnya turun lumayan banyak pasti larinya bakalan lebih kenceng.

 

Jadi deh besoknya si Oom datang lagi dan ngikut paket C. Kali ini si Oom sendirian dibawa masuk ke ruangan yg lebih kecil, kira-2 separo dari ruangan sebelonnya. Nggak lama dia menunggu, tiba-tiba muncul cewek negro yang badannya kekar segede pegulat sumo, dan……. (maaf) ia tak mengenakan sehelai benangpun. Cewek itu mendekat ke arah si Oom yang lagi berdiri shock dengan pemandangan di depannya……

 

Cewek itu lalu berkata singkat ‘You have two hours, and there is only one rule….., RUN……. i will fuck you if i can catch you’.

 

He…he….he…., gantian sekarang si Oom yg ngejerit-njerit takut ditangkap cewek negro tersebut. Ditanggung beratnya bakalan turun.

 

***

Siapa Lebih Cepat


Di suatu pertemuan internasional, dua orang politisi dari Indonesia dan Amerika ngobrol dan saling membanggakan negaranya masing-masing. Terakhir mereka bicara tentang kecanggihan teknologi informasi untuk menunjang suksesnya pemilu di negara masing-masing.

Sambil mengangkat dagunya, si bule Amerika menyombongkan diri dengan ceritanya.” Di Amerika, orang sangat concern dengan hasil pemilu. Publik ingin dengan cepat mengetahui siapa pemenangnya. Waktu Clinton terpilih, itu bisa diketahui hanya dalam beberap jam sesudah pencoblosan dilaksanakan.

Tidak hanya rakyat Amerika, seluruh dunia pun bisa tahu hari itu juga”, kata si bule sambil mengangkat dagunya merasa sudah menang duluan.

Si Indonesia pun langsung membalas.

“Hei Bule, jangan sombong duluan. Nggak usah berpanjang lebar untuk kepentingan publik atau apa pun namanya, yang jelas Indonesia lebih unggul.

Bayangkan saja… rakyat Indonesia sudah bisa mengetahui siapa pemenang pemilu bahkan beberapa tahun sebelum pemilu itu dimulai …”, kata si Indonesia sambil terbahak-bahak meninggalkan kawan bulenya…


***

 

 

Megawati Tidak Mau Dipanggil Pak Harto

 

 

Setelah peristiwa 27 Juli 1996 yang lalu, ada khabar santer bahwa “Megawati tidak mau dipanggil Pak Harto”, kata seorang teman.

 

Wah buru-buru kita menganalisa mengapa keadaan menjadi begitu runyam, dan analisa dari kejadian lalu hingga sekarang, sampai terjadi diskusi yang berkepanjangan.

 

Tiba-tiba teman yang melontarkan gosip tersebut menengahi dan menginformasikan bahwa memang benar demikian adanya, sebab pertama ialah Megawati seorang Ibu jadi tidak mau dipanggil Pak, kedua bahwasannya namanya Megawati dan bukan Harto,

jadi dia hanya mau dipanggil Ibu Mega atau mBak Mega dan bukan Pak Harto.

 

Salam untuk para milis humor, namanya juga bercanda!

 

***

PENDEKAR TUKANG SUNAT


Sekali lagi cerita dari mulut kemulut, mudah-mudahan lolos sensor :

Di Indonesia tercinta ini banyak sekali aliran ilmu beladiri, baik yang impor seperti karete, eh, maksud saya karate, yudo, wushu, taekwondo, yuyitsu, dll-dll dan yang “asli” dalam negri. Saya bikin quote-unquote, karena sebagian dari produksi dalam negri ini sebenarnya juga impor dari Siawlimpay (shaolin), Butongpay dan pay-pay yang lain (selengkapnya baca buku Kho Ping Ho, dah).

Nah, untuk menjaga kelestarian ilmu beladiri dalam negri sambil membendung pengaruh dari luar, maka diadakanlah sarasehan para pendekar, sambil menunjukkan kelebihan ilmu masing-masing. Maksudnya untuk sambil memperkaya ilmu para pendekar itu.

Syahdan, tampillah tiga orang pendekar dari Makassar, Aceh dan Madura keatas panggung untuk saling tunjuk kebolehan. Disediakan beberapa ekor lalat untuk dijadikan sasaran senjata mereka.

Giliran pertama jatuh kependekar dari Makassar. Dicabutnya badik dan setelah pasang konsentrasi penuh ia beri isarat ke penjaga lalat untuk melepaskan lalatnya. Begitu lalat dilepas, disabetnya dengan senjatanya, dan.. sang lalat yang malang terbelah dua dan jatuh kebumi. Pendekar-pendekar lain yang menonton kelihayan ini serentak bersorak riuh memuji.

Giliran kedua majulah pendekar Aceh. Pembawaannya tenang menghanyutkan, tangannya tergantung lepas disamping badan, kakinya agak renggang membentuk kuda-kuda yang memungkinkannya bergerak cepat. Begitu lalat dilepas, berkelebatlah keluar dari sarangnya si bongkok dari Aceh, alias rencong, menuju koordinat sang lalat yang terbang lintang pukang. Penontonpun menahan napas, dan begitu gerakan sang pendekar Aceh berhenti, ternyata sang lalat sudah menempel, tertusuk diujung rencong. Riuh rendahlah sambutan para penonton yang menyaksikan kehebatan ini.

Giliran terakhir pendekar Madura. Dibukanya selubung senjatanya yang khas, clurit bulu ayam (dibuat dari baja asli, dinamakan bulu ayam karena bentuknya yang melengkung setengah penuh). Dimiringkannya badannya, sehingga juru pegang lalat ada disampingnya. Tangan kirinya lurus kesamping dengan telapak tangan menghadap keatas. Dia bilang, ini adalah jurus minta hujan dimusim kemarau. Tangan kanan yang memegang clurit tepat dihadapan selangkangannya, ujungnya siap meluncur kesamping, diarah lalat mau terbang.

Begitu lalat dilepas, sang pendekar menyabet kekanan, persis seperti polisi lalu lintas yang menyuruh mobil dari kiri supaya cepat jalannya, dikala lampu lalu lintas macet. Apa yang terjadi?

Lalat yang disabet ternyata terbang lebih cepat lagi, dan lari sampai nggak keliatan lagi titik hitamnya. Penontonpun bengong… Sunyi senyap, sampai sang pendekar dengan tenangnya berkata : “Bapak ibu sekalian, sengaja saya tidak membunuh lalat yang malang itu, kasihan dia masih lajang. Saya cuma sunat aja dia….”

Lho….

NB : Ati-ati yg belon pada sunat, jangan deket-2 pendekar Madura ini……….


***

 

 

SUAMI CEMBURU

 

 

Pada suatu hari, ada tiga orang antri untuk masuk ke surga. Tampaknya hari itu sedang lagi rame ramenya orang mengantri, seperti orang mengantri karcis bioskop aja (apalagi ngantri nonton 2012). Saking ramenya, sang malaikat terpaksa berkata kepada orang banyak bahwa ia hanya memperbolehkan satu orang yang mengalami kematian yang sangat mengenaskan!

 

Mulailah orang yg pertama memulai ceritanya:

“Begini… saya mencurigai istri saya ada main dengan lelaki lain, saya putuskan untuk pulang lebih awal hari itu ke apartemen saya yg ada di lantai 25 dan seperti yang saya duga, tampaknya ada yang tidak beres saat itu. mulailah saya berkeliling mencari si hidung belang. Akhirnya saya temukan sang hidung belang sedang bergelantungan di balkon saya. saya marah dan memukul jari jari sang hidung belang. Saya ambil palu dan pukulkan ke tangan dia, akhirnya dia jatuh. ternyata dia bernasib baik, dia jatuh di rerumputan yang lebat dan selamat. Saya tidak tahan lagi, saya ambil lemari es dan lempar barang itu tepat di atas badan si hidung belang. sesudah itu saya terkena serangan jantung dan mati”. “Emm.. hari yang sial rupanya..” angguk si malaikat dan mengijinkan orang itu masuk.

 

Orang kedua pun siap dengan ceritanya:

“Hari ini hari yg sangat aneh buat saya… saya tinggal di lantai 26 dan latihan pagi tiap harinya. Nah, hari itu , entah gimana, saya terpeleset dan terjatuh dari apartemen saya. Tapi syukurlah, saya berhasil menggengam di balkon yg lantai 25. untunglah selamat, tiba tiba ada seseorang muncul dan saya pikir saya akan diselamatkan , tetapi ini orang malah memukuli jari jari saya dan parahnya lagi dia mengambil palu dan menghancurkan jari jari saya.. kontan saya tidak tahan dan jatuh. Untungnya saya masih selamat karena saya jatuh di rerumputan lebat.. belon saya sempat mengambil nafas, ada benda putih besarrr melayang di atas saya dan .. emm.. saya tiba tiba ada disini… begitulah…

“Mati yang mengenaskan… oke.. kamu boleh masuk” kata si malaikat.

 

Berlanjut ke orang ketiga.. si malaikat pun bertanya kepadanya, “apakah kematianmu cukup mengenaskan ? ”

orang ketiga memulai ceritanya : “Begini, bayangkan ini, saya meringkuk….

kedinginan… di lemari es… dan telanjang…. dan … “

 

 

***


Iklan

  • Tidak ada

Kategori