4 shared

Sembilan Dinar Saja

Posted on: Desember 29, 2009


Sembilan Dinar Saja


Suatu malam seorang ulama Sufi bermimpi bahwa ia sedang menjual seekor kambing yang gemuk.

“Berapa harga kambing ini ?” tanya seorang calon pembeli.

“Dua belas dinar.” kata sang sufi.

“Tujuh dinar.”

“Tidak boleh.”

“Delapan dinar.”

“Tidak boleh.”

Ketika tawaran mencapai sembilan dinar, sang sufi terbangun dari tidurnya.

Ia membuka kelopak matanya dan mengusapnya. Tak seekor kambingpun ia lihat.

Juga tak ada calon pembeli.

Cepat-cepat ia memejamkan matanya lagi sambil berkata.

“Kalau begitu, baiklah, sembilan dinar boleh kamu ambil.”


***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: