4 shared

KB cap JEMPOL

Posted on: Desember 29, 2009


KB cap JEMPOL

Perusahaan tempat Soni bekerja sebelumnya pada awal tahun 70-an sedang giat-giatnya mengkampanyekan program KB. Klinik perusahaan juga demikian.

Poster-poster KB ditempelkan di tempat-tempat yang strategis agar mudah dibaca oleh khalayak ramai. Klinik sibuk, berhubung banyak karyawan yang mau ikutan KB. Karyawan umumnya rakyat setempat yang berasal dari kampung-kampung di sekitar lokasi perusahaan. Karyawan yang berasal dari daerah lain juga banyak; diantaranya dari Tapanuli, Minang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Ambon, danlain sebagainya.

Salah seorang karyawan yang berasal dari Jawa Tengah mengeluh karena anaknya sudah sembilan orang. Punya anak lagi, kasian isteri; disamping usia pasangan ini sudah mendekati angka 50-an. Soal KB masih awam, nggak ngerti…

Terjadi dialog antara si pegawai dengan dokter klinik :

Pegawai : “Pak dokter, saya mau ikut KB saja…” (dengan logat jawa tengahnya yang kental). Anak saya sudah sembilan, kasian isteri…pak !”

Dokter : “Oh… begitu toh pak….Jadi sampeyan nggak pengen punya anak lagi toh…”

Pegawai : “Njee… pak, tulung yo….”

Dokter : “Baik… Ini ada beberapa cara. Yang ini (sambil memperlihatkan kemasan pil KB), Ibu ne.. tinggal minum”. Kalau yang ini, bapak yang pake (sambil memperlihatkan bungkus plastik kecil). “Bapak pilih yang mana…?

Pegawai: “Biar yang itu saja pak dokter… biar saya yang pake….Kasian isteri kalau harus minum pil…”

Dokter : “Baik… Ini plastiknya bapak buka dan dipakenya begini.. (sambil menyarungkan karet KB kejempol kirinya memberi contoh). Kalo di pake ‘e begini, bapak ibu aman… Ibunya nggak bakalan hamil lagi…Ngerti toh… pak..”

Pegawai : “Njeee… pak dokter..”

Selang beberapa bulan, si pegawai kembali ke klinik dengan muka kesal karena ternyata isterinya hamil lagi.

Pegawai : “Pak dokter piye toh pak..isteri saya kok hamil lagi..? Katanya nggak bakal hamil..”! (bicara dengan dokter dgn nada kesal).

Dokter : “Hamil lagi?… nggak mungkin…”

Pegawai : “Bener lho pak… ini bapak liat sendiri.. (sambil menunjuk pada isterinya yang berdiri disamping).

Dokter : “Lha… bapak makek ‘e gimana…?” (bertanya heran..)

Pegawai : “Iyo.. sesuai petunjuk bapak!..Ini saya sarungkan ke jempol kiri saya, ya sudah…!”

Dokter : “Pak ‘e, nyarungnya jangan ke jari lho pak..! “Walah.. walah….”

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: