4 shared

PAY IT FORWARD

Posted on: Oktober 13, 2009


PAY IT FORWARD

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan

sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi

kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang

memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada

orang lain.

Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor

yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya,

lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu

dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia

yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang

saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”

Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan

eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang

pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman

sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.

Percobaanpun dimulai :

Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk

berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha

menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol

minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya

mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat

perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama

mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD,

MOM”

Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk

meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi kerumah ibunya

(nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan

mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf

dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu,

saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT

FORWARD,MOM”

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima

dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda

yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di

mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan

terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan

kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada

seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan,

ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda

berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”

Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong

meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang

wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu

acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan: “PAY IT

FORWARD”

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad

untuk mencari tahu dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut,

jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari

informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah

sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang

mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.

Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar

Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa

yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di

Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara

tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN

KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia

yang penuh kasih.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman

sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan

Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak

henti-hentinya datang dan berkumpul dihalaman rumahnya sambil meletakkan

bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor.

Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang

diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih

kepada orang lain.

Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan didalam

hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk

mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana

ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain

yang ada disekitarmu)”

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: