4 shared

AYAM ATAU BEBEK …???

Posted on: September 24, 2009


AYAM ATAU BEBEK …???

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah

hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka

sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara

di kejauhan : “Kuek! Kuek!”

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”

“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.

“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! kuek!’ Itu

bebek, Sayang,” kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.

“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.

“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari

menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a… da… lah… be… bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si suami

berkata dengan gusar.

“Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.

“Itu jelas-jelas bue… bek, kamu… kamu….”

Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu

yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam….”

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan

akhirnya ia ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan

mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”

“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan

bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah : siapa sih yang

peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka,

yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?

Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?

Ketika Kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi

prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang

benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita

merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan

ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang

direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: